Rabu, 19 Juni 2019

Tutorial Cara Install Debian di Virtual Box

Tutorial Cara Install Debian di Virtual Box
Tutorial Cara Install Debian di Virtual Box

Cara Install Debian di Virtualbox – Membuat Virtula Machine

Langkah pertama yang harus dijalankan untuk install debian di virtualbox adalah membuat virtual machine. Silahkan install virtualbox yang sudah kalian download kemudian buka virtualbox tersebut. Untuk membuat virtual machine baru, langkahnya cukup mudah. Kalian tinggal klik tombol “New” berwarna biru yang terletak di pojok kiri atas.

1. Memberi nama virtual machine
Pada tahap ini, kita diminta untuk memberi nama virtual machine yang akan dibuat. Kita juga bisa menentukan tipe sistem operasi yang akan diinstall, serta versi sistem operasi tersebut.

2. Menentukan ukuran memori
Memori yang dimaksud disini adalah memori RAM. Kita bebas menentukan memori yang akan digunakan untuk virtual machine yang baru, tergantung dari RAM PC atau laptop kita. Perlu diperhatikan bahwa ukuran memori yang dibuat, tidak boleh melewati garis hijau.


3. Membuat hardisk virtual
Langkah selanjutnya adalah membuat hardisk virtual. Hardisk yang dimaksud di sini sebenarnya adalah file tempat virtual machine tersebut disimpan. Ada tiga pilihan di situ, kita bisa memilih yang “Create a virtual hardisk now”. Atau memilih “use an existing virtual hardisk from file” jika kita mempunyai file hardisk virtual. Pada tutorial kali ini, kita memilih yang “create a virtual hardisk now”.

4. Menentukan tipe hardisk
Ada tiga tipe hardisk yang bisa dibuat, VDI, VHD, dan VMDK. Kalian bebas memilih salah satu dari ketiga pilihan tersebut. Tipe file VDI biasanya digunakan untuk virtualbox, sedangkan VHD untuk vmware.

Kemudian kita tentuka apakah ukuran virtual hardisk-nya itu dinamis atau tetap.

5. Menentukan ukuran hardisk
Terakhir, kita diminta untuk menentukan ukuran hardisk yang akan dibuat. Sesuaikan dengan kebutuhan kalian.

Sebelum menjalankan virtual machine yang sudah dibuat, kita harus melakukan beberapa pengaturan terlebih dahulu. Pengaturan yang terpenting adalah menentukan di mana file .iso dari sistem operasi yang akan dijalankan. Kalau kita bandingkan dengan cara install debian pada PC atau laptop, ini seperti memasukkan DVD ke dalam DVD-ROOM. Kalian bisa mendapatkan file iso debian dari website resminya debian atau dari server lokal seperti kambing.


Cara Install Debian di Virtualbox – Memulai Instalasi
Sebelum memulai proses instalasi, kalian harus menjalankan virtual machine-nya terlebih dahulu. Kita bisa menjalankan virtual machine dengan menekan tombol “Start” maupun dengan cara klik 2x nama virtual machine tersebut.

1. Memilih mode instalasi
Kita bisa memilih mode instalasi sesaui selera. Mode instalasi terdiri dari dua mode, text dan graphic. Jika kita menginginkan instalasi berjalan pada mode text, pilih “install”. Namun jika kita menginginkan instalasi berjalan pada mode graphic atau GUI, kita bisa memilih “Graphical install”. Mode instalasi yang dipakai pada tutorial kali ada yang berbasis GUI

2. Memilih Bahasa
Silahkan pilih bahasa yang akan dipakai. Kami sangat merekomendasikan bahasa inggris saja, karena bahasa ini yang umum digunakan untuk komputer.

3. Menentukan Lokasi
Kita sebenarnya bisa memilih indonesai dengan masuk ke bagian other – asia – indonesai. Namun, kita harus menggabungkan dengan pilihan negara lain. Di sini kami memilih united states
4. Memilik Konfigurasi Keyboard
Pemilihan konfigurasi keyboard harus disesuaikan dengan layout keyboard yang sering kalian pakai. Kami memilih “American English” karena itu yang biasa kita gunakan.
Kemudian tunggu hingga proses deteksi DVD, hardware dll selesai.

5. Melakukan Konfigurasi

Pengaturan jaringan meliputi pengaturan hostname dan domain name. Isikan sesuai yang diinginkan atau sesuaikan dengan kondisi jaringan kalian.
konfigurasi hostname

6. Mengisikan Password Root
Isikan password untuk user root. User ini biasanya digunakan untuk melakukan berbagai macam konfigurasi, termasuk install aplikasi jg membutuhkan akses user root. Ingat baik – baik password yang dipakai untuk user root, jangan sampai lupa. Penjelasan lebih detail mengenai user ini akan dibahas pada tutorial selanjutnya. Untuk saat ini, isikan saja password-nya dan jangan sampai lupa password yang diisikan.

7. Membuat user
User di sini berbeda dengan user root, perbedaannya akan dibahas pada tutorial lain. Yang perlu diisi adalah nama dari user, username, dan password.

8. Menentukan zona waktu
Pilih zona waktu yang sesuai dengan tempat tinggal kalian. Pada tutorial kali ini tidak ada pilihan waktu untuk indonesai karena pada saat memilih lokasi, saya meilih united stated.

9. Partisi Hardisk
Ada dua metode yang dapat dipilih untuk melakukan format hardisk, yaitu manual dan otomatis. Masing – masing metode ini mempunyai kekurangan dan kelebihan. Melakukan format dengan menggunakan metode otomatis akan lebih mudah, namun besarnya partisi hardisk tidak bisa ditentukan sesuai keinginan kita.

Besarnya partisi hardisk yang dibentuk dengan menggunakan metode otomatis ditentukan oleh sistem. Berbeda dengan format hardisk menggunakan metode yang manual, kita bisa menentukan partisi yang sesuai kebutuhan dan keinginan kita. Namun format hardisk dengan metode manual lebih susah dibandingkan dengan menggunakan metode otomatis. Dibutuhkan pengetahuan yang lebih apabila kita melakukan format atau partisi hardisk menggunakan metode manual ini. Minimal ada dua partisi yang wajib ada pada linux, yaitu root (/) dan swap. Partisi root (/) digunakan untuk menyimpan seluruh file sistem di linux. Sedangkan swap berfungsi sebagai virtual memori, hampir sama dengan RAM. Besarnya swap biasanya dua kali besar ram.

Pada tutorial kali ini, kita menggunakan metode otomatis untuk partisi hardisk-nya.



Kemudian klik finish.



10. Tunggu hingga proses instalasi selesai

11. Konfigurasi paket manager
Paket manager diperlukan untuk melakukan instalasi berbagai macam service dan software yang dibutuhkan. Ketika proses instalasi debian sedang berjalan, akan diminta melakukan konfigurasi paket manager. Ada dua cara melakukan konfigurasi paket manager, yaitu melalui DVD dan melalui jaringan internet. Pada tutorial kali ini tidak akan melakukan konfigurasi tersebut. Cara melakukan konfigurasi paket manager akan dijelaslkan pada tutorial yang lain.
Kemudian akan ditanya apakah akan mengikuti survey, pilih saja “No”

12. Install Software
Pilih software – software yang akan diinstall. Software yang dapat diinstall pada tahap ini diantaranya adalah Debian Desktop Environment. Software ini berfungsi untuk tampilan desktop yang berbasis GUI. Apabila ingin menjadikan debian sebagai server, kami sarankan untuk tidak menginstall software atau paket ini. Paket ini tidak terlalu dibutuhkan ketika ingin menjadikan debian sebagai server. Server rata – rata menggunakan tampilan yang berbasis text.

13. Install grub loader
Grup loade adalah tampilan pertama kali setelah melewati BIOS. Grup loader biasanya berisi sekumpulan sistem operasi yang terinstall pada komputer. Kita bisa memilih sistem operasi mana yang akan dijalankan melalui grup loader.




14. Instalasi selesai


Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video berikut ini


EmoticonEmoticon